Ia tak memungkiri cara tersebut memang tidak dilarang. Namun, cara tersebut jelas menunjukkan eksploitasi terhadap kemiskinan.
“Betul memang ini tidak dilarang. Tapi cara seperti ini jelas mengeksploitasi kemiskinan. Menyedihkan!” ujar pegiat media sosial ini.
Sementara itu, Ganjar Pranowo sendiri telah ditetapkan sebagai bakal calon presiden dari PDI Perjuangan (PDIP) dan beberapa partai politik yang menyatakan dukungannya.
Sejauh ini partai politik yang dimaksud yaitu Partai Solidaritas Indonesia, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan Partai Persatuan Pembangunan.
Namun, baik Ganjar maupun PDIP belum mengumumkan siapa bakal calon wakil presiden yang akan mendampingi gubernur Jawa Tengah itu di kontestasi Pilpres 2024 mendatang.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Bahlil di Depan Prabowo: Komitmen Swasembada Energi Hingga Rela Beri Nyawa
Luhut Bantah Punya Saham Toba Pulp Lestari: Klarifikasi Lengkap dan Usulan ke Prabowo
PDIP Tolak Pilkada via DPRD, Usung E-Voting untuk Tekan Politik Uang
Menko Pangan Zulkifli Hasan Tinjau SPPG Kalikajar Wonosobo, Staf Bersihkan Sepatunya