Alasan Tidak Turunkan Penumpang dan Kekhawatiran
Azmi mengaku tidak langsung menghentikan dan menurunkan penumpang di tengah jalan. Alasannya, proses administrasi melalui customer service aplikasi dinilai rumit dan memakan waktu.
"Kalau diminta turun itu prosesnya panjang banget, harus telepon customer service, belum lagi antre," jelasnya.
Meski begitu, ia kini merasa khawatir dengan keselamatan akun mitranya, terutama karena sempat melontarkan kata-kata kasar dan menyebarkan video kejadian tersebut. "Yang terburuk itu putus mitra nantinya dari akun saya," kata Azmi.
Ini merupakan pengalaman pertamanya selama menjadi driver. Menurut perkiraannya, usia kedua penumpang tersebut tidak lebih dari 25 tahun.
Polisi Turun Tangan Selidiki Identitas Pelaku
Merespons viralnya kejadian ini, Kapolsek Kebayoran Lama, Kukuh Islami, menyatakan pihaknya akan melakukan penyelidikan.
"Kita belum tahu siapa orangnya, kami nanti lakukan penyelidikan terlebih dahulu, terutama kami nanti akan cari tahu siapa yang sopir di dalam mobil ini, kan dia yang mengetahui informasi siapa yang penumpang," kata Kukuh kepada wartawan.
Polisi berencana untuk menghubungi dan meminta keterangan dari sopir terkait untuk mengungkap identitas kedua penumpang yang diduga melakukan perbuatan mesum tersebut.
Pelajaran untuk Pengguna Layanan Transportasi Online
Azmi berharap kejadian memalukan ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pengguna layanan transportasi online untuk selalu menjaga sikap dan etika selama berada di dalam kendaraan umum, termasuk taksi online.
Sopir memiliki hak untuk merasa nyaman dan aman selama bekerja, dan tindakan asusila di dalam kendaraan umum merupakan pelanggaran ketertiban dan kesusilaan.
Artikel Terkait
Viral! Penumpang Diduga Mesum di Mobil Taxi Online Cipulir, Polisi Selidiki
Kasus Pria Tendang Kucing di Blora: Polisi Sita HP Pemilik untuk Bukti Sidang
Kapolres Bima Dicopot, Diduga Terima Rp 1 Miliar dari Bandar Narkoba Koko Erwin
Polisi Dibegal di Cikarang: Kronologi Lengkap & Penangkapan 2 Pelaku