Klarifikasi Pemkab Ngada: Fakta Kasus Siswa SD Bunuh Diri, Tidak Ada Ancaman Pengusiran

- Jumat, 06 Februari 2026 | 11:25 WIB
Klarifikasi Pemkab Ngada: Fakta Kasus Siswa SD Bunuh Diri, Tidak Ada Ancaman Pengusiran

Untuk semester pertama, orang tua YBR telah membayar Rp500.000. "Sisa pembayaran Rp720.000 itu masih dalam tahun berjalan, sehingga tidak bisa disebut tunggakan," jelasnya.

Sekolah Tegaskan Tidak Ada Intimidasi

Informasi ini diperoleh tim setelah bertemu dengan kepala sekolah dan guru terkait. Pihak sekolah menegaskan bahwa penyampaian informasi mengenai cicilan biaya sekolah dilakukan secara umum kepada semua siswa, tanpa tekanan atau sanksi khusus.

"Sekolah hanya menyampaikan informasi kepada anak-anak untuk diteruskan kepada orang tua. Tidak ada intimidasi, tidak ada ancaman dikeluarkan dari sekolah," kata Veronika menirukan penjelasan sekolah. Penyampaian informasi tersebut dilakukan usai jam pelajaran dan bersifat administratif.

Penelusuran Faktor Lain Masih Berlanjut

Tim UPTD PPA DPMDP3A Ngada menyatakan bahwa investigasi masih berlanjut untuk menelusuri faktor sosial dan keluarga lain yang mungkin berkontribusi pada peristiwa tragis ini. Tujuannya adalah untuk memastikan penanganan yang komprehensif dan upaya pencegahan di masa depan.

Peringatan: Artikel ini memuat informasi tentang tindakan bunuh diri. Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan mental, stres berat, atau pikiran putus asa, segera hubungi layanan kesehatan jiwa atau profesional terdekat. Anda tidak sendirian, bantuan selalu tersedia.


Halaman:

Komentar