Tantangan "Saya Gaji" dari Dirut BPJS
Zainul kemudian menyelak dan mempertanyakan peran tim IT BPJS yang dinilainya harus mampu melakukan kroscek data baru dengan data existing. Merespons tekanan ini, Ghufron memberikan respons panas.
"Sebentar, kapan mau kerjanya, seluruh Indonesia lho ini (data peserta PBI JK nonaktif) 1 Februari langsung berlaku. Jadi berapa hari? Kalau Bapak bisa kerja seperti itu, saya gaji lho Bapak, benar," tegas Ghufron di tengah rapat.
Tanggapan Anggota DPR dan Titik Tengkar
Zainul tidak menerima argumen tersebut. Ia menegaskan bahwa dengan teknologi dan database yang dimiliki, seharusnya BPJS Kesehatan dapat membandingkan data dari Kemenkes dengan data yang sudah ada. "Bapak terima data dari Kemenkes, dibandingkan dengan data existing sebelumnya, kan kelihatan Pak, mana yang keangkut mana yang enggak keangkut di dalam PBI," balas Zainul.
Perdebatan ini menyoroti kompleksitas masalah validasi data dalam program bantuan kesehatan nasional serta tekanan waktu dalam implementasi kebijakan pemerintah yang berdampak langsung pada jutaan penerima manfaat.
Artikel Terkait
Said Didu Bocorkan 50 Nama Oligarki dari Pertemuan Rahasia dengan Prabowo, Ini Daftarnya!
AKBP Didik Diperiksa Propam Polri: Dugaan Aliran Dana Rp1 Miliar dari Bandar Narkoba
Transformasi Digital Indonesia 2024: Tren, Strategi Mobile-First, AI, dan Dampak 5G
Pemkot Denpasar Aktifkan Kembali BPJS Kesehatan 24 Ribu Warga: Anggaran & Langkahnya