Konflik itu bermula ketika sebuah fregat AS menabrak ranjau laut yang dipasang Iran di perairan dekat Qatar pada 14 April 1988. Ledakan tersebut menyebabkan kerusakan parah dan memicu kemarahan Washington. Presiden Ronald Reagan merespons dengan perintah serangan balasan militer.
Operasi Tempur Laut Terbesar AS Pasca Perang Dunia II
Pada 18 April 1988, AS meluncurkan operasi tempur skala besar. Meski targetnya adalah anjungan minyak dan kapal fregat Iran Sabalan, AS mengerahkan kekuatan besar termasuk kapal induk USS Enterprise, jet tempur, dan helikopter perang. Operasi ini tercatat sebagai aksi perang permukaan terbesar Angkatan Laut AS sejak Perang Dunia II.
Hasil dan Akhir Pertempuran
Serangan AS berhasil menghancurkan anjungan minyak dan melumpuhkan kapal perang Iran Sabalan dengan rudal. Presiden Reagan kemudian memerintahkan penghentian operasi setelah tujuan pembalasan tercapai. Iran mengalami kekalahan signifikan dan pelemahan geopolitik dari konflik ini.
Bayang-Bayang Konflik yang Terus Berlanjut
Sejak Operation Praying Mantis, hubungan AS-Iran terus diwarnai ketegangan. Situasi terkini, dengan peningkatan kesiapan militer di kedua belah pihak, mengindikasikan bahwa potensi konflik terbuka semakin nyata. Dunia kembali menanti perkembangan krisis geopolitik berbahaya di Timur Tengah ini.
Artikel Terkait
Oknum Brimob Aniaya Siswa Madrasah di Tual Tewas: Kronologi & Proses Hukum Polda Maluku
Sumber Dana Ipda Purnomo: Dari Tunjangan Polisi Hingga YouTube untuk Bantu ODGJ & Guru PPPK
Pengecualian Sertifikasi Halal Produk AS Dinilai Langgar UU JPH, Ini Kata Pakar Muhammadiyah
Toko Emas Semar Nganjuk Digeledah Bareskrim: Belasan Kg Emas Disita, Ini Fakta Lengkapnya