Konflik ini bermula saat Hamas meluncurkan Operasi Banjir Al Aqsa pada 7 Oktober, sebuah serangan tiba-tiba yang melibatkan serangan roket dan penyusupan pasukan Hamas ke wilayah Israel melalui darat, laut, dan udara.
Hamas mengklaim bahwa operasi ini merupakan respons atas serangan terhadap Masjid Al Aqsa dan tindakan kekerasan oleh pemukim Israel yang terus meningkat.
Sebagai reaksi, Israel melancarkan Operasi Pedang Besi yang bertujuan menargetkan posisi-posisi Hamas di Jalur Gaza.
Dalam serangkaian serangan Israel, jumlah warga Palestina yang tewas di Gaza telah meningkat menjadi 2.750 orang, termasuk 750 anak. Di sisi Israel, sudah tercatat 1.300 orang yang tewas sebagai akibat dari konflik ini.
Sumber: jawapos
Artikel Terkait
Pria Tertua Arab Saudi Meninggal di Usia 142 Tahun, Tinggalkan 134 Keturunan
KSPI dan Partai Buruh Tolak Penghapusan Pilkada Langsung, Khawatirkan Upah Buruh Tertekan
SBY Peringatkan Bahaya Konflik: Persaudaraan Kunci Utama Bangsa Kuat
Gus Yaqut Tersangka Korupsi Kuota Haji 2024: Kronologi, Kerugian Negara, dan Respons Yudo Sadewa