TRIBUNJAMBI.COM, MUARATEBO - Pemerintah Kabupaten Tebo melakukan sinergi dengan berbagai stakeholder dalam pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Pemerintah mengakui bahwa adanya siklus empat tahunan yang dinilai menjadi puncak terjadinya karhutla.
"Kita saat ini sudah turun ke lapangan, ke perusahaan-perusahaan untuk mengecek semua peralatan," kata Plt BPBD Kabupaten Tebo, Nafri Junaidi, beberapa waktu lalu.
Ia menyebut pihaknya melakukan sinergi dengan TNI-Polri, Manggala Agni dan perusahaan juga turun membentuk tim pengendalian karhutla.
Terpisah, Kepala Manggala Agni DAOP Sumatera XII/Muara Tebo, Tatak menjelaskan bahwa siklus itu terjadi karena diprediksi terjadinya el nino.
"Karena tidak ada la nina yang berulang sampai empat kali, maksimal tiga kali. Jadi ini diprediksi el nino diprediksi berulang dalam empat tahun kemarin," katanya.
Artikel Terkait
Pria Tertua Arab Saudi Meninggal di Usia 142 Tahun, Tinggalkan 134 Keturunan
KSPI dan Partai Buruh Tolak Penghapusan Pilkada Langsung, Khawatirkan Upah Buruh Tertekan
SBY Peringatkan Bahaya Konflik: Persaudaraan Kunci Utama Bangsa Kuat
Gus Yaqut Tersangka Korupsi Kuota Haji 2024: Kronologi, Kerugian Negara, dan Respons Yudo Sadewa