Ia membantah bahwa pertemuan itu dibilang hanya sebagai silaturahmi. Sri Radjasa lantas menyebut apa yang dilakukan Jokowi sangat tidak pantas dalam kehidupan bernegara.
“Kalau kita lihat dalam kontes politik dalam bernegara, itu kan satu hal yang tabu ya, nggak boleh seperti itu. Apalagi mantan presiden masih selalu cawe-cawe seperti menagih utang politik,” jelasnya.
Lanjut dia, Jokowi butuh suaka dari Prabowo dalam menghadapi persoalan-persoalan yang mendera.
“Akhir-akhir ini (Jokowi) semakin terdesak, kasus ijazah (Jokowi), kasus ijazahnya Gibran, itu kan termasuk menyangkut legitimasi Gibran untuk dimakzulkan. Itu terutama,” pungkasnya.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
12 Perusahaan Diduga Picu Bencana Ekologis di Sumatera, Satgas PKH Lakukan Penegakan Hukum
Pilkada Tidak Langsung: Krisis Parpol & Penolakan Publik Terungkap dalam Data Survei
Ijazah Jokowi Dipertanyakan: Transkrip Sarjana Muda vs Gelar Sarjana Penuh, Ini Fakta Sidang KIP
Eggi Sudjana Bantah Minta Maaf ke Jokowi Soal Ijazah: Pengacara Beberkan Fakta Pertemuan Solo