"Karena banyak permasalahan dari ijazah, hingga kasus korupsi mantan menteri-menteri di kabinetnya," tutur Efriza.
Efriza juga memberikan penilaian terhadap kinerja Gibran Rakabuming Raka sebagai wakil presiden. Ia menyebut posisi Gibran dinilai belum menunjukkan kontribusi yang signifikan di mata publik.
"Gibran juga dinilai masyarakat tidak ada prestasi kerja sebagai wakil presiden, malah menjadi beban Presiden," urainya.
Lebih lanjut, Efriza menyampaikan bahwa terdapat aspirasi masyarakat yang menginginkan perubahan. "Bahkan, masyarakat menginginkan Prabowo mandiri dengan melakukan bersih-bersih kabinet dari orang-orangnya Jokowi," demikian Efriza menambahkan.
Prediksi ini menyoroti dinamika politik Indonesia menyambut Pemilihan Presiden 2029, dimana faktor dinasti politik dan evaluasi kinerja diperkirakan akan menjadi isu sentral.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Minta Kumpulkan Video Ejekan Program MBG, Capai 60 Juta Penerima
Protes Legalisir Ijazah Jokowi Tanpa Tanggal: Analisis Lengkap & Dampak ke KPU
Analisis Pilpres 2029: Wacana Gibran Cawapres Dinilai Rugikan Elektabilitas Prabowo Subianto
Prabowo Subianto Bahas Strategi Ekonomi dengan 5 Taipan Terbesar Indonesia