Sejauh penyelidikan yang dilakukan pada kecelakaan bus pariwisata di Ciater Sabtu lalu, ternyata ada banyak pelanggaran yang terjadi.
"Banyak sekali pelanggaran yang dilakukan Bus Trans Putera Fajar ini, mulai dari tidak laik jalan, bahkan tidak memiliki ziin operasi," kata dia.
"Sudah selayaknya sanksi pidana dengan hukuman maksimal diberikan supaya memberikan efek jera," tegas Sigit.
Selain mendapatkan sanksi berupa hukuman pidana, Sigit juga mengatakan berdasarkan Pasal 192 UU LLAJ, perusahaan angkutan umum harus bertanggung jawab atas kerugian penumpang meninggal atau luka.
Oleh karenanya, PO Trans Putera Fajar harus memberikan ganti rugi kepada para korban sesuai aturan tersebut.
Sebelumnya, terjadi kecelakaan bus yang menimpa rombongan SMK Lingga Kencana di daerah Ciater, Subang Jawa Barat.
Kecelakaan tersebut menewaskan 11 orang, 10 dari penumpang bus dan 1 orang pengendara motor yang ikut tertabrak
Sumber: tvOne
Artikel Terkait
Mulai 1 Februari 2025, Elpiji 3 kg Tak Lagi Dijual di Pengecer
Peringatan BMKG: Gempa Megathrust Mentawai-Siberut Tinggal Menunggu Waktu, Bisa Capai M 8.9
Prihatin Soal Konflik PKB vs PBNU, Komunitas Ulama dan Nahdliyin Keluarkan 9 Rekomendasi
Cabut Pasal Penyediaan Alat Kontrasepsi, DPR: Jangan Buka Ruang Generasi Muda untuk Berzina!