Roy Suryo Laporkan 7 Pendukung Jokowi ke Polda Metro Jaya Soal Tudingan Ijazah Palsu
Pakar telematika Roy Suryo mendatangi Polda Metro Jaya pada Kamis, 8 Januari 2026. Kedatangannya adalah untuk melaporkan tujuh orang yang disebut sebagai pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas dugaan pencemaran nama baik yang menyeret namanya dalam polemik ijazah presiden.
Latar Belakang dan Kronologi Laporan Roy Suryo
Roy Suryo, yang juga mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, secara resmi melaporkan tujuh orang berinisial A, B, D, F, L, U, dan V. Laporan ini merupakan responsnya atas berbagai tudingan yang dinilai menyerang reputasi pribadi dan profesionalnya, terutama terkait isu ijazah palsu.
"Dengan enaknya para pendukung Jokowi membalik dan mengatakan ijazah saya palsu, ada yang mengatakan ijazah S1 saya palsu lalu ada yang mengatakan ijazah S2 saya juga palsu," tutur Roy Suryo seperti dikutip dari pemberitaan.
Roy menegaskan bahwa semua tuduhan tersebut tidak berdasar dan dapat diverifikasi secara terbuka. Untuk membantahnya, ia telah menunjukkan dokumen akademik lengkapnya dari jenjang sarjana hingga doktoral.
Dua Klaster Tuduhan dan Bantahan Roy Suryo
Menurut penjelasan Roy, serangan terhadap dirinya terbagi dalam dua klaster utama:
- Klaster Ijazah Palsu: Roy membantah dengan memamerkan seluruh dokumen akademiknya.
- Klaster Kasus Hambalang: Roy membantah keterlibatannya dalam kasus korupsi proyek Hambalang era SBY. Ia menyebut isu ini sebagai fitnah dan menunjukkan bahwa dirinya justru mengundurkan diri dari Partai Demokrat untuk fokus studi S3.
"Saya justru mengundurkan diri karena mau sekolah. Siap-siap saja berbaju tahanan tidak perlu seperti cacing kepanasan," pungkasnya tegas.
Artikel Terkait
Kontroversi Garansi Allah BGN: Target Nol Keracunan Makan Bergizi Gratis 2026 Mungkinkah?
Trump Tolak Hukum Internasional: Hanya Ikuti Moralitas Pribadi Soal Venezuela & Greenland
Adly Fairuz Diduga Tipu Calon Taruna Akpol Rp 3,6 Miliar: Kronologi & Gugatan Terbaru
Korupsi Tambang dan Sawit Rugikan Negara Rp186,48 Triliun, Menteri Keuangan Akan Gunakan AI